Jangan Remehkan Tekanan Angin Ban
Minggu, Maret 24, 2013 | Author: Sabudhi Alviannur
Besok senin kita akan beraktifitas seperti biasa lagi setelah berakhir pekan. Selain mencuci, cek kondisi mesin, kelistrikan, jangan lupa BroSis mengecek kondisi angin ban KEBO anda, Eits jangan anggap spele dan jangan gara-gara sepele berkibat fatal.. Cekidot deh ceramahnya



Percaya atau tidak, ban pecah saat riding salah satunya disebabkan oleh kurangnya tekanan angin. Ironisnya, masalah mengisi tekanan angin ini, kerap dilupakan pengendara motor. Padahal, fungsinya tak cuma terhindar dari ban meledak, tetapi banyak nilai positif lain.

Ada anggapan bahwa ketika berkendara dengan muatan banyak, maka tekanan ban jangan terlalu keras. Misal, berkendara berboncengan dengan beban 1 anak dan barang. Sebab, bila tekanan makin keras, maka akan bikin ban meledak. Jadi, dibikin agak kempis aja. 

"Inilah satu hal salah kaprah. Dengan kondisi muatan banyak, malah tekanan angin di ban kudu keras. Tapi, jangan asal keras, harus sesuai rekomendasi pabrikan ban," pesan Dodiyanto, Produck Development PT Gajah Tunggal Tbk.

Mencarinya gampang. Lihat saja tulisan yang ada di sidewall atau dinding ban! Misal, di ban tertulis  Max Load 375 LBS AT 32 P.S.I. Cold. Itu artinya, ban itu mampu menahan berat maksimal sampai 375 Lbs atau sekitar 170 Kg ( 1 Lbs = + 450 gr ) pada tekanan angin 32 psi dengan kondisi ban dingin (tidak dipakai).

Mengapa menjaga tekanan angin jadi sangat penting, karena bagian ban yang paling lemah ada pada sidewall. Jadi, bila tekanan angin kurang, maka dinding akan dapat tekanan yang lebih berat dari yang dianjurkan oleh pabrikan.

Ini juga yang mengakibatkan defleksi berlebih. Benang di dinding ban kelamaan bisa putus. Akibatnya ban benjol dan kekuatan karet bundar akan turun drastis. Makin rendah tekanan ban dari seharusnya, semakin cepat pula ban rusak.

Karena ini adalah bagian terlemah, maka lambat laun akan membuat dinding ban menjadi pecah. Inilah yang membuat ban akhirnya meledak. Makanya, jarang ditemui ban yang pecah diakibatkan karena bagian tapak rusak. Hampir pasti ban pecah karena dindingnya sobek.

"Untuk melindungi sidewall, salah satu caranya ya dengan mengisi dengan tekanan angin sesuai ukuran yang tepat. Karena dengan tekan angin yang benar, beban yang diterima oleh sidewall menjadi ringan," tambah pria humoris ini.

Tekanan angin ideal juga membantu rider mendapatkan jarak pengereman yang lebih baik. Karena, kontak area permukaan dengan jalan tentunya akan lebih luas. So, daya cengkeram lebih bagus. Begitu juga dengan kestabilan. Terutama, ketika menikung. Dinding ban lebih kuat menahan gaya saat menikung.

Sidewall ban pada motor jauh lebih penting fungsinya ketimbang di mobil. Karena, motor cuma punya dua roda. Dan derajat kemiringan saat menikung pun jauh lebih lebih rendah dibanding kendaraan roda empat. Apalagi bagi mereka yang suka melakukan cornering dengan lutut menyentuh aspal. Bila tekanan angin kurang, baiknya jangan!

Dari sisi ekonomis, menjaga tekanan angin selalu dalam kondisi sesuai saran pabrikan akan membuat usia ban menjadi lebih panjang. So, ada baiknya rutin periksa tekanan angin.
This entry was posted on Minggu, Maret 24, 2013 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.