Kiat motor Lebih Irit
Rabu, Agustus 15, 2012 | Author: Sabudhi Alviannur
Bila motor mau irit, pembakaran harus sempurna. Intinya, semua campuran bensin dan udara di ruang bakar terbakar tuntas. Tidak ada kerak atau asap. Makanya penting merawat komponen pembakaran, apalagi setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik.
 
Cairan Kimia
Merawat komponen pembakaran, sebaiknya serahkan ke bengkel. Sebab, belum tentu kita punya alat melepas karburator, kepala silinder, piston dan juga kem di motor 4-tak. Juga belum tentu bisa memasangnya kembali.

Cara gampang tanpa harus membongkar komponen-komponen seperti di atas, bisa dengan menggunakan cairan pembersih khusus ruang bakar (engine conditioner). Banyak pilihan, ada DCS, Carb Cleaner dan AHRS Engine Cleaner.
Selain gampang, jauh lebih irit lantaran sekaleng pembersih harganya berkisar Rp25 ribu – Rp40 ribu. Ongkos bongkar pasang di bengkel pasti lebih dari itu.
Ketika disemprotkan ke ruang bakar, kandungan kimia di cairan pembersih mesin bisa melunakkan kerak sisa pembakaran. Malah cairan yang bagus bisa bikin kerak jadi serbuk debu yang keluar bersama gas buang. “Jadi bisa dipastikan, kecil kemungkinan sisa kerak yang terangkat merusak dinding piston atau silinder,” yakin Hasyim yang pernah kuliah Teknik Mesin di STTN, Yogyakarta.
Selain ruang bakar, semprotkan juga ke mulut karburator. Langkah ini bisa membersihkan lubang karburator. Penyemprotan dilakukan berbarengan dengan mesin hidup pada putaran tinggi (8.000-9.000 rpm). Maksudnya agar kotoran langsung terisap ke ruang bakar dan terbuang tanpa harus menyemprotkan dengan angin kompresor.
Jika ingin lebih sip, cairan pembersih bisa disuntik langsung ke ruang bakar. Kiat ini dapat lebih membersihkan kepala piston dan kepala silinder. Caranya tentu dengan membuka busi lebih dulu. Menurut Hasyim, teknik ini didahului memanaskan mesin. Maksudnya panas membuat reaksi kimia cairan pembersih cepat melumerkan kerak. “Biarkan cairan bekerja 10 sampai 15 menit, lalu hidupkan mesin. Memang, mesin agak sulit dihidupkan. Kalau sudah bisa, digas-gas supaya kotoran terbuang lewat knalpot,” terang Hasyim.

Kelistrikan dan Api
Komponen lain yang menentukan sempurnanya pembakaran adalah elektronik. Mulai dari sepul, pick-up coil alias pulser, kiprok, aki, CDI, koil dan busi. Termasuk juga kabel, soket dan kepala busi pun penting sebagai penghantar listrik.
Arus listrik yang bagus harus disokong penghantar yang baik pula. Makanya, sambungan antar kabel (soket) dan kedudukan ground alias massa jadi penting.
Membersihkannya pun cukup gampang. Cukup kerik permukaan konektor atau gosok pakai ampelas. Bisa juga pakai cairan kimia pelumas yang banyak dijual di toko onderdil dengan harga di Rp 30.000-an. Misalnya, MTR, WD40 dan AHRS Multicare. Jika pakai cairan kimia perawatan, cukup menyemprotnya ke seluruh konektor. Jangan lupa ke titik massa atau ground.
Kelar itu, bersihkan juga busi. Terutama bagian kepalanya, yaitu elektrodanya agar percikan api lebih besar dan biru. Jangan lupa setel kembali gap atau jarak antar elektroda busi. Rata-rata tiap pabrikan motor menganjurkan 0,7 mm. Biar api busi besar dan biru. Mulai sekarang, hitung konsumsi BBM-nya.

This entry was posted on Rabu, Agustus 15, 2012 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: