Faktor Pemicu Kecelakaan dan Jurus Aman Mudik
Minggu, Agustus 12, 2012 | Author: Sabudhi Alviannur
SETIAP mendengar kata arus mudik Lebaran, ingatan kita bakal diseret ke soal kemacetan. Jutaan orang dan kendaraan bergerak dalam waktu hampir bersamaan. Tahun 2011 lalu saja, tak kurang dari 20 jutaan orang berwara-wiri. Tahun ini, sedikitnya 28 juta orang bakal bergerak menyambung tali silaturrahim.Data kementerian perhubungan (Kemenhub) menyebutkan, tak kurang dari 4,11 juta kendaraan pribadi yang bakal bergerak pada arus mudik Lebaran 2012. sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit. Tak kurang dari 2,51 juta unit yang bakal dipakai pemudik. Angka itu naik seitar 6,16% dibandingkan 2011.
Sepeda motor masih dianggap paling efisien dan terjangkau bagi banyak orang. Biaya bahan bakarnya dianggap lebih irit. Walau, risikonya lebih tinggi dibandingkan kendaraan roda empat atau lebih.
Perjuangan menempuh perjalanan jarak jauh menjadi sebuah kenikmatan tersendiri ketika tiba di kampung halaman. Beranjangsana dengan sanak family, berjumpa dengan orang-orang tercinta. Situasi bakal lebih afdol ketika semua kembali dengan selamat di kota asal. Siapa sih yang mau celaka di jalan?

Untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas jalan, ada baiknya kita berkaca pada peristiwa tahunsebelumnya. Tahun 2011, rata-rata ada 297 kasus kecelakaan setiap harinya. Sebanyak 49 orang tewas setiap hari akibat kecelakaan tersebut. Duka anak negeri.
Ada tiga langkah penting yang perlu kita persiapkan untuk menempuh perjalanan mudik Lebaran. Tiga hal itu mencakup persiapkan kendaraan dengan baik, siapkan fisik, dan manajemen waktu perjalanan yang tepat.

Pertama, kendaraan dipersiapkan secara maksimal. Unsur-unsur penting kendaraan diperiksa dan diperbaiki jika perlu. Minta bantuan bengkel untuk memeriksa dan memperbaiki aspek penting kendaraan, seperti kondisi mesin dan rem. Saat menempuh perjalanan, siapkan kunci-kunci penting untuk kendaraan, selain surat-surat yang dibutuhkan seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Kedua, siapkan fisik pengemudi. Hal ini penting mengingat konsentrasi pengemudi untuk menempuh perjalanan jarak jauh sangat diperlukan. Istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar dan tidak mengantuk. Kita tahu, pada arus mudik dan balik Lebaran 2011, faktor mengantuk berkontribusi kedua terbesar, yakni 18% terhadap total faktor manusia. Sedangkan faktor manusia itu sendiri, berkontribusi 84% terhadap kasus kecelakaan.

Ketiga, manajemen waktu yang tepat. Penentuan waktu berangkat dari kota asal menuju ke kota tujuan harus tepat agar tiba dengan selamat dan sesuai dengan waktu yang diinginkan. Manajemen waktu penting untuk menjaga kebugaran pengemudi dan anggota perjalanan. Termasuk hal yang dikelola adalah rute perjalanan dan jadwal istirahat. Jika perjalanan secara kelompok, pastikan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama soal rute dan jadwal istirahat. Seluruh tim memiliki nomor kontak masing-masing anggota perjalanan.
Ketiga aspek penting tersebut menjadi kunci agar perjalanan menjadi aman, nyaman, dan selamat. Pengalaman menunjukkan bahwa persiapan yang matang bisa memuluskan perjalanan.
Nah, belajar dari pengalaman, mari kita perhatikan beberapa aspek pemicu kecelakaan yang terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran pada tahun 2011.
Faktor manusia menjadi pemicu utama, yakni 84% dari total kasus kecelakaan yang mencapai sekitar 4.744 kasus kecelakaan lalu lintas jalan mudik 2011. Beberapa aspek dalam faktor manusia yang cukup menonjol adalah; berboncengan lebih dari dua orang (27%). Lalu, faktor mengantuk (18%), memacu kecepatan berlebih (9%), sedangkan aspek berponsel saat berkendara (2%).
Selain faktor manusia, pemicu kedua terbesar adalah faktor kelaikan jalan (8%). Selain itu, pemicu kecelakaan lain selama arus mudik 2011 adalah prasarana jalan (7%) dan faktor alam (1%).
Penting menjadi perhatian kita terkait manajemen perjalanan yang tepat adalah karena fakta memperlihatkan sebanyak 53,44% kecelakaan terjadi dalam rentang seminggu sebelum Lebaran. Atau selama arus mudik.
Sedangkan sekitar 36,80% nya terjadi dalam rentang seminggu setelah Lebaran atau arus balik. Saat Lebaran pertama dan kedua pada 2011, kontribusi kecelakaannya sekitar 9,76%.
Harapan kita semua perjalanan arus mudik dan arus balik berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat. Suasana Lebaran atau Idul Fitri pun menjadi lebih khusu. Silaturahim menjadi kian kokoh. Selamat mudik.


|
This entry was posted on Minggu, Agustus 12, 2012 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: