Tips Antisipasi Terkena Ranjau Paku ala SABER
Selasa, November 22, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur
Untuk pengguna BYSON yang notabene menggunakan ban tubles akan sedikit diuntungkan dikarenakan ban tubles tidak langsung kempes jadi masih ada kesempatan untuk cari tukang tambal ban atau pakai lem power glue juga bisa tapi bagaimanapun juga namanya bocor itu mengesalkan coz membuang waktu, tenaga dan yang terpenting gaya he3x. Fenomena sindikat penyebar paku yang bekerjasama dengan bengkel tambal ban, untuk mengeruk keuntungan pribadi. Semakin menyeruak dikalangan rakyat bikers.  Motodream secara khusus mengulas profil komunitas SABER (Sapu Bersih Ranjau Paku) di halamancommunity. Sebagai tambahannya, rekan SABER yang diwakili Siswanto dan Abdurrahim berbagi tips ringan alaSABER, bagaimana mengantisipasi ranjau paku. Lets share!
“Uniknya setiap paku yang disebar di masing-masing wilayah berbeda-beda. Jakarta Timur dan sekitarnya cenderung menggunakan paku payung (rangka-rangka besi paying yang dipotong sedemikian rupa). Jenis ini termasuk yang paling bahaya. Sebab sekali masuk bisa merobek semua dalaman ban bukan hanya ban dalam saja, ban luar pun bakal cacat. Jakarta Barat dan Pusat cenderung menggunakan paku biasa ukuran 3 cm. Jakarta Selatan lebih banyak menggunakan paku bekas yang sudah dibengkokkan” papar Rohim.


1.    Kontrol Tekanan Angin Ban
Tekanan angin yang semakin berkurang, memudahkan benda tajam menempel dan masuk ke struktur ban luar. “Semakin lembek bannya, maka semakin mudah paku dan alat tajam lainnya masuk ke ban. Makanya penting sekali menjaga tekanan ban. Dan kalau sudah kena ranjau paku, sebaiknya langsung dicabut agar tidak merusak lainnya” jabar Siswanto, Ketua SABER.
2.    Bahayanya Menggunakan Ban Kecil
Ukuran ban yang tidak standar, terutama ban kecil justru banyak dijumpai yang terkena ranjau paku. “Mending pakai ban standar sajalah. Makin kecil ban, banyak dijumpai penggunanya sering nongkrong di tamban ban. Itu artinya ban ukuran itu riskan terkena ranjau paku” timpa Rohim, Wakil SABER.
3.    Kurangi Kecepatan
Ini yang sampai saat ini MotoDream masih mencari pembuktiannya. Namun, menurut Relawan SABER, semakin cepat laju sepeda motor, semakin cepat pula penetrasi benda tajam masuk ke dalam ban.


4.    Ganti Ban
Semua sepakat. Ban yang botak lebih mudah ditembus benda tajam. Selain itu berbahaya juga karena komponnya yang semakin menipis, menjadi mudah tergelincir (licin). Jadi ganti saja tuh bannya.
5.     Cadangan Ban
Kalau sudah ketiba sial, mau bagaimana lagi. Parahnya tukang tamban ban justru akan jual mahal ban dengan kualitas rendah dan merek nggak jelas kepada pengendara. “Mau ya silahkan, nggak mau ya silahkan cari yang lain. Terpaksa beli dah meski mahal. Makanya mending beli cadangan ban sebagai persiapan” jelas Siswanto yang juga diamini Rohim.

|
This entry was posted on Selasa, November 22, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.