Test akurasi speedometer Yamaha Byson vs GPS….
Rabu, September 14, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur

komparasi sebelumnya menggunakan software Garmin yang diintegrasikan keHP Nokia. Nah…sekarang Iwaktunya mencoba menggunakan aplikasi lain yakin Runtastic yang berjalan pada operating system GPS Blackberry….. Kelemahan Garmin pada Nokia, kita tidak bisa melakukan recording data sehingga angka yang tertera hanya direkam oleh mata. selain kurang akurat, tentu kondisi tersebut tidak disarankan sebab akan membahayakan biker akibat pandangan terpecah dua arah….yakni jalanan dan layar HP. Sedang Runtastic mempunyai kelebihan dalam melakukan recording average serta top speed ketika kendaraan berjalan. Waktunya makukan test dua sesi jalan, yakni motor dipanteng pada kecepatan 80km speedo. Kemudian yang terakhir, sikebo dipacu pada kecepatan diatas 100km/jam. Dan berikut hasilnya……


Waktu melaju konstan di 80km/jam (versi speedo), GPS menunjuk angka 75,6km/jam. Jika dikalkulasi…….terdapat selisih 4,4km/jam. Berarti penyimpangan speedometer Byson vs GPS pada kecepatan 80km sebesar 4,4km/jam.  Bagaimana kalau kecepatan tinggi??. Yup….test kedua dilanjutkan. Aplikasi direset ulang…dan tombol start ditekan. Sudah terkoneksi dengan GPS…..menyusuri aspal secara perlahan. Menunggu sesaat, akhirnya jalanan lumayan sepi…..sikebo digeber hingga kecepatan 108km/jam. Setelah dirasa cukup, langsung mengintip hasilnya. Dan….terlihat angka 102,5 nongol dilayar BB. Kalkulasi dimulai……


Menggunakan hitungan sederhana yakni 108-102.5 = 5,5km/jam. So….pada kecepatan 108km/jam, real speed GPS menunjuk 102,5km/jam. Artinya penyimpangan hanya 5,5km/jam. Wowww….nyaris sama dengan speed rendah. Padahal sudah bukan rahasia umum seringkali penyimpangan kalibrasi speedo   terbesar dicapai ketika motor melaju diatas 100km/jam. Sedang sikebo…hanya naik tipis plus minus 1km/jam. Sebuah angka yang bisa dikategorikan identik. Atas semua test diatas…bisa kita tarik kesimpulan bahwa penyimpangan akurasi speedo Byson vs GPS  terpaut sekitar 5-6km/jam (persentase monggo dihitung sendiri). Hhhmm jadi penasaran sama motor lain.

Beberapa hari berselang test ketiga dilanjutkan. sikebo distarter….gigi satu masuk, langsung puntir gas. Raungan mesin lembut Byson dipaksa hingga 9,000rpm tiap gigi (maklum limiter putaran mesin racikan  Yamaha ini termasuk rendah)…. Nunduk ditanki…gigi 4 tembus 102 km/jam, lanjut gear 5…dipanteng….speed melewati 105, 109, 112….113…masih 113…tidak beranjak dari angka 113km/jam…..sudah agak berat untuk naik….masuk 114……kehabisan rute, motor langsung direm dan gas dikurangi akibat kudu belok kekolong fly over. Yup…..top speed meraih angka 113km/jam. Melanjutkan perjalanan menuju kantor. Setelah tiba…IWB segera rogoh BB untuk mengintip hasil recording GPS. Dari top speed sikebo yang tembus 113km/jam (114 tidak dihitung sebab hanya sesaat), disitu terlihat angka…..106,8 km/jam. Btw…karena koma dibelakang mendekati angka atas, kita bulatkan menjadi 107km/jam (Jika trek lebih panjang sedikit, speed bisa masuk 114km/jam secara konstan, pasti speed GPS bakal tembus 107km/jam). 
 
 

Bisa disimpulkan bahwa real speed GPS sikebo dalam kondisi standart, mencapai 107km/jam (bobot pengendara 80kg ). Jarak testing lebih kurang 1km. Not bad untuk desain dan ban gambot yang disandang. Last...ini hanya iseng belaka alias tidak ada maksud apapun. Tujuan hanya share info saja


|
This entry was posted on Rabu, September 14, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.