Yamaha Byson, Transformers Dari Bali
Selasa, Agustus 16, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur

Saat ini di Bali, khususnya Denpasar, modifikasi Yamaha Byson lagi banyak digemari. Bagi Nyoman Agus Hendra ini adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Sebagai modifikator, ide segar dan menarik akan segera banyak mengalir dari bengkel yang pakai label Mario Motor (MM).

Karena saat ini tengah booming film Transformers III, Dark of The Moon, MM coba terapkan konsep robot tadi di Byson. "Tongkrongan standarnya sudah keren, jadi tinggal permak beberapa bagian dan dipastikan akan jadi lebih sip," kata Hans, sapaan akrab Nyoman Agus.

Karena ogah merusak bodi dan komponen asli, maka Hans hanya terapkan sistem kondom. "Dimulai dari wilayah belakang, karena menurut saya jika buritan sudah dapat bentuk yang asyik, bagian depan tinggal menyesuaikan," sebutnya.


Seluruh cover bodi plastik standar di buritan ini dicopot. "Tapi, tidak ada rangka yang dibuang," tegasnya. Seluruh materialnya sekarang menggunakan fiber.

Untuk patokan awalnya, Hans memilih model stop lamp yang dirasa paling pas. "Pertama-tama harus stop lamp yang sesuai ide, barulah setelah itu bisa membuat bentuk buntut secara keseluruhan," tambah pria berbadan gempal ini.

Jika selama ini banyak yang pilih lampu belakang dari Bajaj Pulsar, Ninja 250R atau CS-1, sekarang Hans coba mengaplikasi lampu dari New Jupiter MX 135LC. "Bentuknya yang agak meruncing bisa menjadi patokan dalam pembuatan bodi," lanjut seniman Bali ini.

Tapi, tentu saja punya MX tadi tidak asal pasang begitu saja. "Bagian lampu sein MX dibuang sehingga tersisa stop lampnya aja, dan memang hanya itulah yang dibutuhkan," tambah pria yang rajin ikut contezt modifikasi ini.

Memang hasilnya bentuk buritan menjadi sangat menarik. Ini bisa menjadi virus baru yang akan segera banyak ditiru di berbagai daerah. Sedangkan untuk desain kondom tangki juga terlihat menarik.

"Pakai jurus kondom aja, karena tangki merupakan bagian yang besar maka kita buat seolah berotot karena memang menerapkan konsep robot kekar tadi," cerita pemilik bengkel yang bermarkas di Jl. Pulomoyo No. 26B, Denpasar ini.

Karena bodi kekar sedangkan dimensi mesin Byson yang kecil, hal itu perlu diakali supaya tidak terlihat jomplang. Selera dalam membuat harmonisasi modifikasi sangat diperlukan.

Caranya dengan membuat semacam shroud atau sayap di bagian bawah tangki. "Dengan begitu mesin akan jadi lebih tertutup dan konsep robot yang diingin-kan tetap tercapai. Ukuran harus pas supaya enak dilihat," tegas Hans. 


Dominan Standar

Jika diperhatikan seksama, masih banyak komponen standar yang dipertahankan oleh Hans. Itu tidak salah atau malah tidak haram dalam dunia modifikasi. Misalnya pelek, sokbreker, arm sampai lampu depan.

"Tapi memang beberapa bagian harus sedikit kita poles lagi," katanya. Misalnya saja arm, supaya tampak lebih kekar, juga dibuatkan kondom.

Hal yang sama juga dilakukan pada lampu depan. "Karena robot, maka lampu depan itu ibarat kepala. Karena itu kita buatkan cover yang menyerupai kepala robot tadi," ungkap Hans.

Aksen tambahan pada lampu ini terkesan menyeluruh. Semua sisi lampu sekarang sudah ditutupi cover dengan bentuk serba meruncing. Trik ini bikin motor terlihat tidak ribet, biaya modif pun bisa lebih ditekan.

DATA MODIFIKASI
Ban: IRC 120/70-17 & 150/60-17
Handle: Ride IT
Oil cooler: Posh
Cakram belakang: Nissin
MM: (0361) 8213399

|
This entry was posted on Selasa, Agustus 16, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 comments:

On 11 April 2012 23.48 , I Made Lasmana mengatakan...

Berapaan budget nya tue bli ? Mohon info :)