Upgrade Pengapian Yamaha Byson
Sabtu, April 02, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur
Hasil racikan bengkel DMS di Jl. Jatikramat No.53H, Bekasi ini cukup bermodalkan Rp 150 ribu sampai beres. Tinggal rakit dan rasakan perbedaannya.





Pertama tentu harus bongkar bodi standar Byson untuk memudahkan pekerjaan. "Yang harus diganti, kabel massa CDI dan koil, juga kabel positif dari aki ke CDI dan dari CDI ke koil," papar Ari Tristianto, bos DMS. Aslinya hanya memakai kabel diameter sekitar 1 mm. Nah, gantinya terpasang kabel berdiameter 4 mm, dan dipilih jenis kabel serabut supaya semakin lancar mengalirkan arus listrik. Istilahnya bikin arus sederas mungkin, sekaligus menghasilkan tegangan sekencang mungkin.


"Dulu sempat coba beberapa pilihan diameter kabel, tapi setelah riset paling pas pakai kabel 4 mm, karena di atas itu kabel terlalu besar dan rasanya juga sama saja," lanjut Ari Kupret, panggilan akrabnya. Jangan lupa juga, karena sekarang kabel dari aki ke CDI sudah langsung, artinya perlu melewati sekring dan relay supaya tetap aman tanpa risiko panas dan meleleh (gbr.1).

Kabel massa CDI dan koil relatif mudah karena tinggal dilangsungkan ke terminal negatif aki (gbr.2). "Prinsipnya sedekat mungkin dengan terminal negatif aki, tapi bisa juga dipasang di blok mesin," lanjut warga Jatiasih, Bekasi ini.



Kelar urusan massa, sekarang ganti kabel positifnya. "Kabel dari aki ke CDI warna merah dengan setrip putih, dan kabel dari CDI ke koil warna oranye," terang pria tinggi langsing ini. Caranya, memutus langsung kabel merah setrip putih tersebut, lalu dimasukkan ke terminal relay nomor 86, sedang kabel hitam bekas massa dimasukkan ke terminal relay nomor 85. Jelasnya sih bisa lihat skema sesuai gambar ya (gbr.3).


Nah, kabel baru pengganti sekarang tinggal diurut langsung dari aki menuju terminal relay nomor 30, dan lanjutkan dari terminal nomor 87 ke soket CDI bekas kabel standarnya (gbr.4). Rakitan CDI selesai, lihat pada deretan soket sisi kiri, terdapat kabel warna oranye yang menuju koil. Ganti juga kabel terebut sama dengan kabel 4 mm. "Tapi untuk menghindari salah pasang, sebaiknya warna kabel dipilih berbeda untuk masing-masing kabel," wanti ayah seorang putra ini. Selesai kerjaan kabel, jauh lebih baik kalau busi ikut disesuaikan.

"Maksudnya, karena arus listrik semakin besar, tentu percikan api di busi dibuat semaksimal mungkin. Untuk Byson belum tentu pas pakai busi iridium, justru cocok pakai busi standar, hanya perlu setel celah busi," ucap pehobi fotografi ini. Setel busi juga tergantung mau dipakai apa ya. Kalau senang tarikan bawah, setel celah busi 1,2 mm, sebaliknya kalau senang tarikan atas, tetap setel celah busi sesuai aslinya, 0,7 mm.

Sekarang rasakan performanya, deh.

SUMBER
|
This entry was posted on Sabtu, April 02, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.