Proyek Cakram Belakang Byson Putih Papa Molly
Senin, April 25, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur
Sejak pandangan pertama, motor Yamaha Byson langsung menancapkan racunnya ke Papa Molly. Makanya begitu ada nongol Byson Putih di Mandala Motor Pondok Gede, Papa Molly nggak pake nunggu lama untuk memboyong satu buat jadi pengganti Beat Putih yang jujur aja keliatan kaya motor2an listrik Abang Raia kalo dinaikin Papa Molly.


Sebulan dah berlalu, si Byson Putih menjadi tunggangan baru mengantar Mama Santi ke stasiun KA, Kaka Rakhel sekolah dan Papa Molly kerja. papa Molly benar2 merasakan perbedaan yang signifikan. Katanya, sejak pake si Byson Putih kakinya ga pegel karena suka mentok, belom lagi tangan pegel karena setang kependekan.


Tapi, dari semua perbedaan yang ada, Papa Molly merasakan satu hal yang kurang. Karena badannya bongsor, si Byson memerlukan sarana rem yang mumpuni. Jujur aja dengan rem depan cakram besar dan belakang tromol, Papa Molly masih suka ngeri kalo mau ngebut diatas 40 Km/ Jam?????? hehehehehe


Makanya, diambilah keputusan untuk memasang rem belakang disc brake alias cakram. Begini nih ceritanya: (Plus gambar ya, biar jelas)

Pertama-tama dan paling memusingkan, Papa Molly melakukan survey, mulai dari internet, tanya teman sampai mengejar motor yang modif cakram belakang untuk dicegat dan ditanyakan modif dimana. Dari survey itu diketahui kalo untuk modif cakram belakang sudah tersedia paketnya yang Plug n Play untuk semua motor. Nah, kalo banyak gimana dong memutuskan pake yang mana. Ini triknya, daripada pusing beli paket mana, mending langsung ke bengkel modif yang menyediakan paket dan jasa pemasangan.  


Pilihan bengkel modif cakram belakang juga banyak lho. Ada Kumis di Srengseng Sawah, ada LA motor di kalimalang  dan lain-lainnya. Tapi pilihan Papa Molly jatuh pada Tole Motor di Jl Serdang Raya 23, Kemayoran, Jakarta Utara. Kenapa, karena bengkel ini sudah terbukti dan banyak referensi yang mengarahkan Papa Molly untuk pasang disitu. Walau waktu pertama kali liat bengkelnya, ampun deh, ga banget gitu. Namun rasa itu ilang liat banyaknya motor nangkring yang dipegang tuh bengkel. Ditambah setelah ketemu langsung sama Tole pemilik bengkel dan krunya, Mas Iwan dan Ujang, rasa yakin muncul seperti mules saat dipagi hari.


Langsung saja Papa Molly mencari orang yang namanya dijadikan nama bengkel, Pakde Tole. Berperawakan kurus kuncring, Tole sangat humoris dan tidak segan memberikan diskon jika kita menawar. Dari sekian banyak paket, Tole menganjurkan memakai paket KW 1 Thailang lengkap. Jaminan garansi tukar baru jika bermasalah, Heem mantabs. Nih foto-fotonya ngapain aja kru Tole Motor (Mas Iwan dan Ujang , yang ga mau fotonya dipajang. Takut ilang gantengnya alasan mereka)


Nah enaknya nih bengkel, ga main ganti beli baru. Tapi memanfaatkan yang ada. Misal injakan rem diubah dari untuk tromol ke buat master rem. Ya dipotong terus disambung las.
Mas Iwan dengan presisi membubut lobang buat dudukan disc. Enaknya lagi dibengkel ini lenkap alatnya. Dari mesin bubut, las ampe tukang pijat. Pijatnya pake mesin bor tapi.


Masang master tonjokan rem juga mudah. Tinggal membuat pegangan dari plat terus dibaut dibawah pelindung kaki asli Byson..
Nah kaliper juga nyusul dipasang. Buat melihat seberapa pasnya tempat untuk membuat penahan kaliper


Gini nih jadinya pegangan kalipernya. Mirip asli ya....asli modif maksudnya

Nah kalau sudah keliatan begini keren kan? Benar-benar hasil yang memuaskan.


Waktu 4 jam masang rem cakaram belakang tidak terasa lama. Karena selain banyak yang dilihat (motor-motor modifan Tole silih berganti datang) juga karena kru bengkel pada doyan ngoceh semua. Sumpah kalo ada lomba ngoceh awak bengkel pada menang semua kali.

Pas test drive rem cakram tidak langsung ciet loh. Karena memang masih membutuhkan adaptasi antara disc dan kampas remnya. Nanti deh dibuat tulisan lain untuk itu.

Apalagi ya yang mau diceritakan? Karena seperti kata pepatah. Foto berbicara seribu kata. Cuma tetap ada kesimpulannya nih yagn perlu diamati:
1. Untuk yang awam, survey sangat diperlukan. Agar tidak tersesat dirimba modifikasi. Poinnya cari bengkel yang berpengalaman, tahu jenis barang dari KW ampe asli, bengkel memiliki peralatan lengkap dan pengalaman kru bengkelnya.
2. Lebih baik mengawasi pekerjaan modifikasi, agar sesuai dengan keinginan dan cepat selesai. Ini pengalaman pribadi, kalo bengkel kaya tole, asal ada orang yg datang dan mereka lebih kenal, kerjaan yang dipegang bisa ditinggalin. Makanya kita mesti kaya anjing penjaga.
3. Sesuaikan modifikasi dengan budget. Karena kalo ngga bisa kena racunnya bengkel modif. Bayangin aja, nongkrong 4 jam , semua barang ditawarin dipasang ke Si Putih. Untung kuat iman, kalo ga jual diri yang ada.

Itu aja deh kayanya kesimpulannya. Ucapan terima kasih walau datang diakhir bukan berarti tidak menghargai. Paling utama terima kasih buat Madoen yang telah mengantar Papa Molly ke bengkel. Walau harus perang Bharatayudha sama istrinya. Sampai tulisan ini diturunkan belum ketahuan skor akhir berapa-berapa. Mudah-mudahan bukan talak 3 ya mad.

Sumber
|
This entry was posted on Senin, April 25, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 comments:

On 5 Agustus 2011 21.09 , Anonim mengatakan...

wah sayang kurang satu bro info harganya belum kecantum kayak na,
nebus tuch cakram plus pasang nya berapa bro??

 
On 18 Maret 2012 04.02 , Anonim mengatakan...

info harganya bro bisa di perinci dari part asli or KW

 
On 13 Desember 2012 15.47 , day walker mengatakan...

harganya brapa'an neh mas bro pasang disana