Impresi Setelah 4 Bulan Bersama BYSON
Minggu, Maret 13, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur
Brother….tidak terasa sudah empat bulan nyemplak Byson. Berbagai kondisi jalanan mulai dari aspal rusak, mulus, lumpur hujan panas serta macet total telah terlewati. Dan berikut penilaian yang bisa saya kemukakan tentang produk Yamaha ini….


Handling…..sikebo termasuk outstanding apalagi kalau dibuat rebah…dijamin nurut tanpa ada gejala goyang. Walau badan gede untuk menembus padatnya lalu lintas mudah saja. Prediksi stang baplang  bakal menyulitkan ketika macet ternyata tidak terbukti. Soalnya manuver enteng tidak membikin joki kedodoran. Coba saja dibuat zig-zag dikecepatan tinggi…..anteng tenan!!! bukti bahwa suspensi kombinasi monocross dan swing arm bekerja sempurna. Kestabilan handling tidak luput dari konstribusi besarnya ukuran garpu depan (41mm).  Sebab faktanya bukan hanya berfungsi positif secara visual tapi juga mampu meredam setiap getaran roda depan dalam melibas jalanan bergelombang.


Performa mesin….hhmmm sisi ini yang bikin banyak polemik. Bagi biker yang doyan mesin bengis, Byson memang tidak saya rekomendasikan. Engine smooth…halus serta cenderung jinak menjadikan karakter rpm atas kurang nendang. Berarti lemot dong..?? tidak juga.  Sebab kailan tenaga dari rpm bawah ke 7000 termasuk mumpuni jika melihat ban segaban plus mesin SOHC diplacement mungil. Terbukti dari lampu hijau…nyemplak sikebo malah jarang ketinggalan start dengan motor-motor lain. Padahal dulu menggunakan Megy lawas seringkali dibuat garuk-garuk kepala atas accelerasi motor lain yang kelihatan begitu yahud. Tapi jika dibuat geber-geberan kondisi standart pabrikan….Byson kudu nyerah terhadap motorsport lain. Lain cerita kalau tarik-tarikan jarak pendek dengan hanya main gigi 1 – 3 saya jamin sikebo mampu jabanin kuda besi kompetitor. Kebalikannya kalau dibuat santai atau touring jarak jauh gen FZ ini sangat saya rekomendasikan. Mesin yang minim vibrasi ternyata cukup ampuh meminize rasa capek badan. Jadi secara pribadi, saya tidak ada keluhan berarti terhadap performa engine. Tahu sendiri diJakarta…lari 100km/jam aja rasanya sudah ngeri. Oh ya….top speed yang pernah dicapai  sikebo adalah 113km/jam….test didepan kuningan Casablanca Jakarta


Mileage…..komsumsi bahan bakar irit amir. Berdasarkan test sederhana Byson 1 liter mampu tembus antara 42 – 45km (Pertamax atau Shell Super). Pemakaian normal dengan berbagai situasi yaitu macet, lancar hujan, panas serta angin kencang (halah koq jadi prakiraan cuaca yak). Seboros-borosnya 1:38km. Itupun motor digeber habis-habisan sampai gas mentok…

Electric Starter….halus dan sekali pencet langsung hidup. Ketika dinginpun, mesin bisa langsam sempurna tanpa perlu putar choke….maklum mesin anyar


Tanki kondom…..kendati pertama kali ragu dengan sistem baru ini, ternyata chasing tanki cukup kuat menyatu sempurna kematerial tanki dalam. Oh ya…ketika saya baca dibuku spek panduan Yamaha….disitu tertulis bahan tanki berasal dari baja. Makanya tebal dan kokoh. Untuk kondom diikat dengan baut L, total ada 8 biji. Antara chasing dengan tanki orisinil dipisahkan oleh penyekat dari busa…..hasilnya mantap!! tanpa getaran suara atau gejala ringkih…..

Speedometer.….ini dia yang masih jadi PR buat YMKI. Ngembun ketika hujan masih belum terselesaikan. Kita tunggu saja kedepannya….


Perangkat rem……yang paling saya garis bawahi. Boleh saja YMKI klaim bahwa sistem tromol sudah cukup buat Byson. Lawong kubikasi seiprit…berapa sih kecepatannya. Tapi berdasarkan pengalaman faktanya rem belakang tidak cukup ampuh untuk membantu rem depan dalam menghentikan laju sikebo (rem mendadak). Mau tuas kaki dibejek habis….tidak ada respon signifikan dalam menahan laju kuda besi. Jadi konsekwensinya kita kudu menekan tuas rem depan sekuat mungkin untuk menutupi kekurangan rem belakang. Bisa ditebak….kalau dilakukan dengan gaya seperti ini secara terus menerus maka komstir tidak bakalan awet akibat tekanan atau stres berlebihan pada bagian depan. Entahlah…..padahal setahu saya rem tromol Yamaha biasanya termasuk mumpuni. Tapi tidak dengan Byson. Bisa jadi akibat pelk dan ban yang besar….sehingga dibutuhkan perangkat mumpuni untuk menjinakkannya..

Yup….itu hanya dua poin kekurangan diluar banyaknya kepuasan terhadap siByson. Setelah empat bulan menyelami dan menggunakannya sebagai motor harian (lebih kurang 85km/hari)….isu tentang kegagalan produk atau hal negatif lainnya tidak saya temui

SUMBER
|
This entry was posted on Minggu, Maret 13, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 comments:

On 6 Juni 2011 12.08 , Anonim mengatakan...

Emang bener bro...
Byson kalo bwt turing and accel di gigi1-3 yahud banget...
Emg q baru pake 3 bulanan, tapi motor ni emang motor turing sejati...
Buat supaya lebih pakem, rem blakang ganti cakram...
Pasti lebih yahud permonance and stylish

 
On 20 Juli 2011 20.25 , Anonim mengatakan...

mantabbbbbbbb padahal seminggu yg lallu q udh indent...mw pake mudik lampung - mediun...smoga makin mantab semangatku.soale beberapa dari mas brow laen menganggap ini product gagal...ternyata enggak tho???wah..jadi neh ganti cakram belakang.