CARA MERAWAT BAN TUBELESS
Kamis, Maret 17, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur
Pada mulanya orang tidak mengenal ban. Pertama sekali orang menemukan yang namanya Roda. Jadi orang lebih dahulu mengenal roda daripada ban. Itu terjadi pada tahun 3500 SM. Sesuai dengan perkembangan zaman, maka tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan Ban. Atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar. Demikianlah hingga sekarang teknologi ban berkembang pesat dan tak kurang dari 3500 macam telah diciptakan, baik ban luar yang mengharuskan pemakaian ban dalam rnaupun jenis tubeless alias tanpa ban dalam.

Ban Tubeless

Ban tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless in diciptakan sekitar tahun 1990. Ban tubeless terbuat dari campuran dari berbagai macam material seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Namun demikian ban ini juga memerlukan udara seperti ban biasa. Udara dimasukkan melalui Valve seperti gambar disamping ini. Berbagai macam produk mobil menggunakan ban tubeless. Misalnya Mobil Toyota, Mercede-Benz Kelas C, E dan S.

Kondisi Ban

Aus pada kedua bagian pinggiran ban: Karena Kurang Tekanan Angin


 Jika ban terlihat seperti ini maka bisa jadi karena kurang tekanan angin. Musuh nomor satu ban adalah jika ban kekurangan tekanan angin, sehingga dapat mengurangi umur ban karena cepat ausnya ban pada sebelah sisi luar/bahu ban. Juga dapat menyebabkan meningkatnya temperatur yang berlebihan sehingga mengurangi kekuatan ban. Selain itu membuat bahan bakar menjadi boros karena meningkatnya rolling resistance (ban kempes menjadikan mobil lebih berat untuk melaju). Periksalah tekanan angin ban secara teratur. Keausan ban yang tidak normal dapat juga diakibatkan oleh kesalahan alignment/spooring atau kerusakan mekanis lainnya.

Aus pada bagian tengah ban :
Kelebihan Tekanan Ban

Telapak yang habis terparut : Kerusakan mekanik

Ban yang habis terparut biasanya terjadi pada ban depan, namun bisa terjadi pula pada ban belakang. Hal tersebut menandakan kalau roda mobil anda tidak seimbang atau terjadi kerusakan sistem kemudi dan suspensi. Kunjungi Sentraservis atau pusat penjualan resmi ban untuk mendapatkan servis pemeriksaan dan perbaikan.

Perawatan

Kapan Ban Perlu Diganti ?

Ban yang rusak harus segera diganti untuk keselamatan. Namun kadangkala si pemilik tidak menyadari bahwa ban di mobilnya dalam keadaan yang semestinya harus ganti dengan yang baru. Tanda-tanda apa saja yang perlu Anda ketahui untuk ganti ban baru ?
1. Cek kedalaman alur di setiap telapak ban. Seandainya kedalaman alurnya kurang dari 1,6 milimeter dari permukaan atas baris TWI, itu tandanya ban kendaraan Anda sudah harus diganti.
2. Amati apakah permukaan ban dalam keadaan rata/licin sehingga kembangannya mulai tak tampak. Andaikata keausan ban kendaraan sudah tidak dapat ditolerir, Anda mesti menggantinya dengan ban baru.
3.Perhatikan dengan teliti bagian luar (pinggir) ban kendaraan Anda yang mengalami keretakan. Sebaiknya ban seperti itu cepat diganti untuk menghindari kemungkinan buruk yang kelak menimpa Anda.
4. Begitu pula jika terjadi ban yang mulai sering bocor dan sering ditambal maka lama-lama ban bentuknya akan berubah dan bisa menyebabkan ketidakseimbangan sehingga ban perlu diganti.

Berikut ini langkah-langkah utama dalam mengganti ban kempes:

1. Nyalakan lampu keadaan darurat dan naikan penutup bagasi untuk memberi isyarat kepada orang lain bahwa Anda sedang mengalami masalah.
2. Gunakan sisi yang rata dari alat ban atau obeng untuk mengumpil penutup bagian tengah roda dan velg roda.
3. Gunakan alat untuk melonggarkan tetapi jangan angkat keempat atau kelima pelat sambung yang mengikat roda ke as roda.
4. Letakkan balok di belakang roda pada as roda lainnya. Kemudian letakkan dongkrak mobil di bawah badan mobil atau di alas bemper sebagaimana diuraikan dalam manual pemilik.

Yang tidak boleh dilupakan

1. Berhentilah menaikkan dongkrak apabila roda sudah cukup tinggi untuk memutar ban tanpa menyentuh tanah.
2. Buka pelat sambung dan taruh di dalam penutup bagian tengah roda supaya tidak hilang. Angkat ban dan letakkan agak jauh.
3. Pasang ban serep pada mobil. Sekrupkan pelat sambung ke mobil dengan tangan, pastikan sisi dari setiap mur yang lancip menghadap roda.
4. Turunkan dongkrak sampai ban secara kukuh menyentuh tanah tetapi tidak menahan mobil.
5. Gunakan alat untuk mengencangkan plat sambung dalam pola yang silang menyilang.
6. Apabila semua sudah terpasang dengan baik, turunkan dongkrak sampai dapat dipindahkan. Taruh kembali penutup roda dengan menekannya pada velg.


Yang tak kalah penting dan perlu diingat:

1. Hati-hati terhadap ban bekas. Beda antara ban baru dengan ban bekas yang divulkanisir memang nyaris tidak tampak. Biasanya ban bekas yang divulkanisir memiliki garis putih tipis yang memisahkan ban lama dengan tempelannya. Ban jenis ini walaupun murah tapi berbahaya karena dapat terbelah ketika dipakai;
2. Ban yang panas setelah perjalanan jauh jangan langsung dikempeskan karena dapat merusak ban tersebut;
3. Bila terdengar bunyi atau terasa getaran aneh dari ban, segeralah periksa. Bisa jadi dari sinilah muasal bahaya.
Prinsipnya, berkendara dengan ban dalam kondisi prima sangat membantu kenyamanan dan keselamatan di jalan. Jadi, tak ada salahnya memeriksa ban sebelum memacu kendaraan.

Yang tak kalah penting dan perlu diingat:

1. Jangan mengurangi tekanan angin ketika ban masih dalam keadaan panas. Penyesuaian tekanan hanya dapat dilakukan saat ban menjadi dingin;
2. Jangan memberikan beban pada ban melebihi ketentuan muatan maksimum kendaraan;
3. Perlu pemeriksaan rutin terhadap telapak dan bahu ban untuk mendeteksi kerusakan-kerusakan lebih dini. Apabila ban sudah mencapai batas keausan minimum (lihat tanda D di bahu ban), ban harus segera diganti;
4. Sekalipun bocor, jangan buru-buru menutupnya dengan lem ban atau lem cair lain. Cairan akan menyebar kepermukaan ban yang berakibat kerusakan permanen pada permukaan yang tak bocor scrta korosi pada scrat ban. Bahayanya, ban bisa meledak mendadak bila dipacu dalam kecepatan tinggi. Sebaiknya tamballah dengan potongan ban, baru direkatkan dengan lem;
5.
Jangan berkendara dengan ban kempes sekalipun untuk jarak dekat. Ban dan pelek bakal rusak tanpa bisa diperbaiki lagi bila berkendara dengan ban kempes. Mungkin perkecualian untuk hal ini adalah bila keadaan keamanan tidak memungkinkan dan Anda memang harus siap mental untuk mengganti pelek dan ban sekaligus.

|
This entry was posted on Kamis, Maret 17, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.