Upgrade Akselerasi Yamaha Byson
Minggu, Februari 27, 2011 | Author: Sabudhi Alviannur
Hasil test ride yang dilakukan oleh rekan-rekan bloggers beberapa waktu lalu umumnya sepakat bahwa performance/akselerasi Yamaha Byson masih di bawah sedikit dari Honda New Mega Pro (NMP). Walaupun berdasarkan data teknis yang ada, seharusnya akselerasi Byson berada di atas NMP.

Apa sebab ? Menurut pengamatan saya yang awam, penggunaan catalytic converter pada knalpot dan aplikasi ban “gambot” pada Byson-lah penyebabnya.

Ada dua cara sederhana untuk meng-upgrade performance Byson tanpa biaya yang mahal, paling tidak bisa sejajar dengan akselerasi NMP, mungkin lebih.




Pertama adalah dengan membuang catalytic converter pada knalpot Byson.

Penggunaan catalytic converter sudah pasti akan berpengaruh pada performance yang tidak maksimal pada Byson karena mengakibatkan tendangan balik (back pressure) dari hasil pembakaran, ujung-ujungnya performance tidak maksimal.

Menurut Muhammad Abidin, Asisten GM Servis YMKI, “memotong/membuang catalytic coverter atau mengganti dengan knalpot racing sangat tidak dianjurkan”, ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, “penempatannya (catalytic converter) khusus di center of gravity motor, agar balancing sempurna, kalau dipotong/dibuang akan berpengaruh pada kestabilan Byson”.

Sebenarnya sah-sah saja membuang catalytic converter, namun dibalik itu, penggunaan catalytic converter adalah bentuk kepedulian YMKI terhadap lingkungan. Sebagai teknologi untuk mengurangi emisi gas-gas berbahaya dari mesin yang menggunakan BBM jenis premium, yaitu dengan cara mengkonversi HC dan CO yang dihasilkan dari pembakaran mesin menjadi H2O dan CO2 yang tidak terlalu berbahaya pada lingkungan sebagaimana standar Euro 2.



Kedua adalah dengan mengganti gear depan atau belakang (pada velg).



Penggunaan ban “gambot” dengan ukuran ban depan 100/70-17 dan belakang 120/70-17 disinyalir penyebab akselerasi Byson tidak maksimal.

Pengalaman waktu memakai Yamaha Vixion (2007-2009), rasanya kurang pede dengan ukuran ban bawaan “pabrik” yang mengaplikasikan ban ukuran depan 80/90-17 dan belakang 90/90-17. Untuk menambah rasa pede, velg dan ban saya ganti dengan produk after market yang lebih lebar. Velg merk power depan ukuran 3,5″ dan belakang 4,5″ berikut ban Metzeler Lassertec depan ukuran 110/70-17 dan belakang ukuran 130/70-17 rasanya sempurna.     Hasilnya…. beuuuhhh….. motor jadi berat, akselerasi “ngos-ngosan”… 

Karena tidak mau “ngulik” sektor mesin ataupun parts lain yang berhubungan dengan mesin atau kelistrikan. Akhirnya cari solusi lain, yaitu dengan mengganti gear belakang, atau mengganti gear depan.

Pada Vixion, gear standar bawaan “pabrik” adalah ukuran belakang 42 dan ukuran depan 14, sehingga kalau dibagi (gear belangan 42 : depan 14) akan menghasilkan angka 3, ini adalah rasio standar ideal performance-nya Vixion, seperti perhitungan di bawah.


Berpatokan pada angka 3 (tiga) di atas, karena ingin meningkatkan akselerasi, walaupun dengan kosekwensi top speed berkurang, maka perhitungan gear rasio-nya adalah :


Pada waktu itu, saya pilih memakai gear belakang Scorpio Z karena pertimbangan “plek-ketiplek” dengan Vixion, sedangkan kalau memakai gear depan Ninja RR, repot harus ke tukang bubut, kudu buat lobang pengunci. 

Yups…. pengalaman saya dengan Vixion ini mungkin bisa diaplikasikan untuk meningkatkan akselerasi Yamaha Byson nanti. 


SUMBER
Oya….. sebenarnya ada cara lain untuk meningkatkan performance Byson, yaitu dengan mengaplikasikan parts racing, seperti CDI, karburator dan lain-lain. Argh….. itu sih cerita lain.

|
This entry was posted on Minggu, Februari 27, 2011 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.